Hakim: Semangat Pemuda Indonesia Akan Menggetarkan Dunia

Hakim: Semangat Pemuda Indonesia Akan Menggetarkan Dunia

Tak ada yang mengelak jika peran pemuda sangat penting dalam upaya membangun Indonesia. Pada momen spesial Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanghal 28 Oktober ini, Ketua DPRD Kota Malang, Abdul Hakim melakukan sejumlah refleksi tentang pemuda dan problematikanya selama ini.

Menurutnya pemuda Indonesia memiliki kekuatan untuk menggetarkan dunia. Hal itu terbukti, baik dalam momen ikrar Sumpah Pemuda hingga reformasi tak lepas dari peran pemuda di dalamnya.

“Bung Karno pernah berkata beri aku 10 pemuda yang semangatnya berkobar-kobar maka akan aku goncangkan dunia, itu benar adanya,” kata Hakim

Merefleksi peran pemuda dalam pembangunan di Indonesia, menurut Hakim sedikitnya perlu diperhatikan dalam upaya menyongsong Indonesia emas tahun 2045. Pemuda wajib memahami perjalanan sejarah bangsa melalui berbagai bentuk refrensi seperti banyaknya peninggalan sejarah, baik lewat pemutaran film-film sejarah seperti gerakan G30S/PKI, Terorism, dan Kapitalis serta Imperialis bangsa asing terhadap bangsa Indonesia.

Pertama, menurut Hakim pemuda wajib mempelajari, memahami dan tidak antipati terhadap politik serta menciptakan budaya politik yang berdaulat tanpa ada intervensi pihak asing.

“Melalui politik pemuda bisa mengambil keputusan yang menguntungkan serta mensejahterakan masyarakat dan melindungi kepentingan masyarakat secara menyeluruh baik bidang ekonomi, keamanan, politik dan sosial budaya,” kata Hakim.

Hal kedua, Hakim mengimbau kepada pemuda agar bisa mandiri dan selalu berpikir Berdikari. Karena, tantangan yang dihadapi dalam era globalisasi ini jauh lebih besar dan lebih berat dari era sebelumnya. Itu juga diiringi dengan persaingan ketat sebab dunia kini tanpa batas dengan hadirnya teknologi yang canggih.

“Dengan tanpa batas ini penjajahan sudah masuk ke segala lini sampai yang terkecil yakni keluarga. Karena itu kemandirian kita dalam segala hal akan mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara agar hidup dalam kesejahteraan dan tidak tergantung serta dipermainkan oleh kekuatan ekonomi asing yang merongrong sumber kekayaan NKRI,” bebernya.

Pesan ketiga, Hakim berharap para pemuda generasi mendatang wajib mempelajari dan memahami secara mendalam dan benar perihal sejarah dan budaya Indonesia. Kenapa hal itu penting? Karena melalui hal tersebut bisa ditemukan titik dimana bangsa Indonesia makin kokoh persatuan dan kesatuannya.

“Upaya untuk menghancurkan NKRI dengam berbagai cara terus dilakukan oleh kekuatan asing baik melalui skema ekonomi mengadu domba lewat isu SARA dan sebagainya. Maka kepribadian dalam berkebudayaan wajib dijaga dan dipahami,” ungkapnya.

Beranjak dari tiga hal itu, Hakim berharap jika pemuda merupakan harapan bangsa dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur sebagaimana tertuang dalam UUD 1945. Peran pemuda harus terus didorong melalui ide kreatif dan gagasan yang mereka bangun sebagai bukti sumbangsih untuk Indonesia.

“Karena dengan peran serta seluruh anak bangsa dalam pembangunan maka terwujudlah segala cita-cita menuju masyarakat yang adil makmur sentosa lahir dan batin sebagaimana cita-cita pendiri bangsa. Merdeka!” Pungkasnya.

Sumber : http://politikamalang.com/hakim-semangat-pemuda-indonesia-akan-menggetarkan-dunia/

Kemacetan Kota Malang dan Solusi Mengatasinya

Kemacetan Kota Malang dan Solusi Mengatasinya

Kemacetan Kota Malang sudah semakin menjadi-jadi. Bahkan survei salah satu lembaga menempatkan kota pendidikan ini menjadi daerah termacet urutan ke empat dari Bangkok, Jakarta dan Bandung.

Aktifitas kendaraan yang padat di berbagai titik seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Soekarno – Hatta, Jalan MT Haryono serta beberapa titik lainnya makin tak terelakkan utamanya pada akhir minggu. Kemacetan akan berdampak signifikan pada laju pertumbuhan ekonomi karena membuat para investor tidak lagi melirik Kota Malang sebagai lokasi untuk menanamkan modalnya.

Jika kita melihat tren kemacetan, maka tidak saja terjadi di Kota Malang, namun di beberapa daerah juga utamanya ibu kota Jakarta juga mengalami hal yang sama. Artinya problematika kemacetan merupakan masalah bersama yang harus dipecahkan oleh semua komponen baik pemegang kebijakan hingga masyarakat.

Menganalisa Kemacetan di Kota Malang bisa kita tinjuau dari beberapa hal. Pertama, kawasan kota ini terletak pada jalan poros, sehingga kendaraan dari berbagai daerah yang hendak menuju Kota Surabaya dan sebaliknya, dari Surabaya mengarah ke kawasan selatan melintasi Kota Malang. Hal ini tentu membuat aktifitas lalu lalang kendaraan menjadi padat setiap harinya.

Kedua, Kota Malang terletak di tengah antara dua kawasan yang kini jadi objek wisata yakni Kota Batu dan Kabupaten Malang. Hal itu menyebabkan kondisi carut marut kendaraan utamanya pada ‘week end’ menjadi lebih padat dari biasanya. Kendaraan terus mengalir menuju tempat wisata Kota Batu juga Pantai Selatan di Kabupaten Malang, sedang poros jalan yang dilalui di dalam kota hanya dua arah yakni jalan tengah kota dari arah Balearjosari ke Jalan Ahmad Yani yang menuju ke arah selatan serta dari Arah Balearjosari ke Jalan Panji suroso ke arah selatan dan sebaliknya.

Lalu bagaimana mengatasi kemacetan jalan yang sudah makin menjadi-jadi di Kota Malang saat ini. Ada beberapa gagasan dan ide. Pertama, pemerintah dan seluruh jajaran harus ikut aktif dalam percepatan Jalan Tol Malang – Pandaan (Mapan) yang menjadi alternatif solusi untuk memecah kendaraan yang masuk ke Kota Malang melalui kawasan Balearjosari.

Kedua, harus ada solusi alternatif ke arah Kota Batu sehingga kendaraan yang akan ke kota wisata itu tidak melintas di tengah kota sehingga terjadi penumpukan kendaraan. Akan tetapi kita juga bisa mengamati perkembangan kota besar seperti Jakarta yang banyak memiliki jalan tol sebagai solusi. Karena itu perlu beberapa hal untuk dikaji bersama baik tataran eksekutif maupun legislatif.

Ketiga adalah pemecahan tempat bisnis dan hiburan agar tidak terpusat pada satu titik. Seperti kita tahu sebagai kota wisata dan industri, kawasan hiburan dan bisnis merupakan magnet baik bagi wisatawan maupub pebisnis untuk datang ke area tersebut. Pemecahan itu sangat diperlukan, karena selain memecah kemacetan juga upaya melakukan pemerataan ekonomi.

Keempat, diperlukan pembatasan jumlah kendaraan secara masal baik roda dua atau roda empat dengan aturan dan perundangan yang jelas dan tegas. Kita tahu bahwa jumlah kendaraan terus meningkat setiap tahunnya, dan luas jalan di Kota Malang tidak pernah bertambah. Jika tidak ada pembatasan kendaraan, ditambah dengan pelebaran jalan yang kurang, maka kemacetan akan menjadi hal yang masif di segala titik penjuru Kota Malang.

Kelima, diperlukan angkutan umum yang layak, nyaman, aman dan murah untuk masyarakat, sehingga hal itu mampu mengurangi pemakaian kendaraan pribadi yang merupakan salah satu penyebab kemacetan. Hal ini juga bisa menjadi solusi terkait benturan kepentingan antara angkutan online dan konvensional yang pada akhirnya juga merugikan bukan hanya para penumpang akan tetapi juga berimbas pada sektor ekonomi.

Keenam, Adanya ketegasan dan kemauan bersama antara para pengambil kebijakan, pengusaha dan para pekerja untuk mengatur waktu jam masuk dan pulang kerja, sehingga pada jam-jam tertentu tidak terjadi kemacetan.

Ketujuh, dengan mengurangi jumlah kendaraan secara masal maka diperlukan solusi sebagai pengganti pendapatan dari sektor pajak kendaraan yg secara riil terdata per-tahunnya.

Kedelapan, pemberian skill akan petugas dadakan pengatur lalu lintas yang berada di beberapa titik. Karena, keberadaan petugas dadakan yang tanpa skill dan kemampuan mengatur lalu lintas itu justru makin membuat jalanan macet. Karena itu saya memberikan saran agar para petugas dadakan itu perlu memiliki skill dan legalitas yang jelas serta ada jaminan akan keselamatan kerja mereka, karena bagaimanapun dalam situasi sekarang ini saya melihat masih ada masyarakat kita yang peduli dan mau beraktifitas ikut andil membantu mengatur dan mengurai kemacetan arus lalin.

Semoga ide dan gagasan ini bisa menjadi solusi bersama dalam mengatasi kemacetan di Kota Malang yang saya kira sudah cukup memprihatinkan dan perlu segera ada solusi.

Salam Satu Jiwa!

*Penulis adalah Ketua DPRD Kota Malang sekaligus Sekertaris DPC PDI Perjuangan Kota Malang

Sumber : http://politikamalang.com/kemacetan-kota-malang-dan-solusi-mengatasinya/