ABD HAKIM KEMBALI HADIRKAN JOKOWI DALAM RESES I 2018

ABD HAKIM KEMBALI HADIRKAN JOKOWI DALAM RESES I 2018

Abd Hakim Selaku Ketua DPRD Kota Malang mengadakan reses I 2018 di Rumah Dinas Jl. Panji Suroso 7C, rabu (21/2). Dalam reses kali ini sedikit berbeda dengan kegiatan reses sebelumnya. Kali ini ia membuka sekaligus menyambut peserta reses dengan shalawat bersama kelompok terbangan kecamatan Blimbing. “reses kali ini sedikit berbeda dengan sebelumnya melihat beberapa peristiwa akhir-akhir ini perlu kiranya dalam agenda resmi seperti ini kita sambut dengan bershalawat”, jelas Politisi PDI Perjuangan itu.

Dalam kegiatan tersebut Abd Hakim mengawalinya dengan memaparkan hasil kerjanya sebagai Ketua Perwakilan Rakyat Kota Malang. seperti yang disampaikan bahwa awal mengemban amanah sebagai Ketua Dewan, langsung dihadapkan beberapa persoalan dan itu menyentuh kelangsungan hidup masyarakat. Salah satu persoalan dimaksud mengenai sumber air wendit. “Kita di Kota Malang belum memiliki sumber air yang dapat disalurkan kepada masyarakat, oleh sebab itu apabila sumber air wendit ini tidak segera diselesaikan akan berdampak terhadap masyarakat”, paparnya.

“Alhamdulillah setelah diadakan beberapa kali pertemuan dengan pihak terkait persoalan sumber air wendit mendapat titik terang”, lanjut Abd Hakim

Ditengah kegiatan reses itu Alumni UMM tersebut mengajak kepada seluruh undangan yang hadir mengenal struktur kelembagaan dan alat kelengkapan Dewan. “Mengenal struktur Dewan agar memudahkan kita semua menyampaikan aspirasi, selain itu supaya permasalahan yang kita alami tidak salah alamat”, jelasnya.

“Misalnya masyarakat mengalami kesulitan mengurus keperluannya di kelurahan, maka dapat disampaikan kepada komisi yang membidangi pemerintahan yaitu komisi A, begitupun dengan permasalahan lainnya”, sambung Abd Hakim

Di akhir kegiatan reses ini Abd Hakim tidak luput mengikuti gaya Bapak Presiden Jokowidodo yaitu meminta peserta reses maju untuk diberikan pertanyaan berhadiah. Metode ini merupakan gaya Bapak Presiden ketika bertatap muka dengan rakyatnya di setiap agenda resmi. Begitu pun dengan Abd Hakim,  kali ini ia meminta dari beberapa kategori umur seperti umur TK, SD, SMP, SMA, dan Lansia. “Metode ini sangat ampuh dalam membangun keakraban dengan masyarakat mungkin itu yang membuat Bapak Jokowi selalu menggunakan cara ini”, ungkapnya sambil tersenyum. “Dengan seperti ini seperti tidak ada jarak dengan masyarakat”, tutupnya

DPRD Kota Malang Gelar Pemberian Santunan dan Refleksi Akhir Tahun

DPRD Kota Malang Gelar Pemberian Santunan dan Refleksi Akhir Tahun

PolitikaMalang – Raut wajah gembira terpancar dari ratusan anak yatim piatu dari berbagai panti asuhan di Kota Malang. Mereka mendapat santunan dan bantuan peralatan sekolah dari para Anggota DPRD Kota Malang yang digelar dalam acara bertajuk “Silaturahmi Pimpinan dan Anggota DPRD dengan Pers dan Memberikan Santunan kepada Anak Yatim Piatu” di halaman gedung wakil rakyat, pada Sabtu (23/12).

Bantuan kepada anak yatim piatu yang digelar di gedung dewan ini tentunya menjadi tradisi baru yang digagas oleh Ketua DPRD Kota Malang, Abd Hakim. Agenda ini syarat akan sejuta makna mendalam, dan menjadi bukti nyata bagaimana anggota DPRD Kota Malang melakukan darma bakti sosialnya kepada masyarakat khususnya bagi mereka yang kurang mampu dan kaum dhuafa, melalui kegiatan tersebut.

Ketua DPRD Kota Malang, Abd. Hakim, mengatakan, jika kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim piatu ini akan diselenggarakan secara rutin, karena merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial para wakil rakyat kepada masyarakat.

“Kita akan agendakan rutin dan semoga ini menjadi awal mula lahirnya tradisi baik di DPRD Kota Malang di masa mendatang. Dana untuk santunan kepada anak yatim ini berasal dari hasil sumbangan para anggota dewan,” kata Abd Hakim.

Para anak yatim piatu yang mendapat bantuan pada acara tersebut, bersama-sama mendoakan para wakil rakyat yang duduk di Kursi DPRD Kota Malang agar bisa menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya dan mengemban amanah rakyat dengan sebaik mungkin.

“Tentunya doa dari anak yatim piatu ini menambah support moral kita sebagai anggota legislatif. Apalagi menyongsong tahun 2018, dimana kita akan bekerja lebih keras dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi),” ujar Hakim.

Terkait dengan capaian hasil kerja DPRD selama Tahun 2017, pada acara yang juga dihadiri para awak media itu juga menjadi ajang para anggota legislatif untuk menyampaikan hasil kinerjanya sepanjang tahun ini.

Abd. Hakim dalam kesempatan itu memaparkan berbagai progress terkait kinerja dewan baik dalam bidang legislasi yakni pembuatan Peraturan Daerah (Perda), monitoring serta budgeting atau penganggaran. Khusus kinerja terakhir, Hakim menyebut jika antara legislatif dan eksekutif telah menyepakati bersama besaran APBD 2018 yang mencapai angka Rp 2 triliun.

Pembahasan anggaran dilakukan dengan cukup banyak perdebatan dan pertimbangan baik dari eksekutif dan legislatif dengan tujuan dana APBD bisa tepat sasaran dan imbasnya mampu mensejahterakan masyarakat.

Berbagai aturan perundangan baru, lanjut Abd. Hakim saat ini membutuhkan peran aktif DPRD dalam menjalankan tupoksinya dengan maksud ikut bersama mensukseskan pembangunan.

Agar anggaran yang telah disetujui dalam APBD tepat guna dan tepat sasaran, maka Abd. Hakim selaku Ketua DPRD Kota Malang meminta kepada seluruh anggota dewan yang tersebar dalam empat komisi agar rajin melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada tahun mendatang.

“Saya mengimbau kepada para anggota DPRD pada tiap-tiap komisi, rajin melakukan sidak untuk mengetahui dan mengawasi apakah sebuah program yang dieksekusi oleh Pemkot Malang bisa sesuai target dan sasaran atau tidak,” ucapnya.

Hakim dalam kesempatan bersama para wartawan dan anak yatim piatu itu lalu meminta kepada perwakilan tiap komisi agar menyampaikan progres kinerja mereka selama Tahun 2017 ini dan agenda apa yang akan dilakukan pada tahun mendatang.

Kesempatan pertama diberikan kepada Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Suparno. Ia menjelaskan jika Komisi A memiliki mitra kerja sebanyak 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang. Salah satu tupoksinya adalah pada bagian hukum dan layanan publik.

Suparno menerangkan jika upaya DPRD Kota Malang akan terwujudnya model pemerintahan yang akuntabel dan terbuka sudah direalisasi dalam bentuk pembangunan “Ngalam Command Centre” yang menelan biaya cukup besar.

Adanya “Ngalam Command Centre selain untuk keperluan menjalankan sistem pemerintahan berbasis informasi dan teknologi (IT), kata Suparno, juga bisa digunakan masyarakat untuk mengadu melalui program “Sambat Online” sekaligus mengakses data demi terwujudnya model akuntabilitas sistem pemerintahan.

“Harapan kita program SKPD dilihat secara online. Masyarakat bisa mengakses secara langsung,” kata Suparno.

Dalam bidang layanan publik, Komisi A juga terus mendorong agar pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) terus melakukan tertib administrasi kepada masyarakat melalui program jemput bola.

“Pada bidan perizinan masyarakat kurang mampu jika mengurus IMB akan diberikan layanan gratis ini berkat kinerja komisi A nendorong SKPD terkait,” tandasnya.

Sementara Komisi B, diwakili oleh Sulik Lestyowati. Ia menegaskan, salah tupoksi penting yang diemban oleh komisi ini adalah bagaimana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukung suksesnya APBD. Meskipun target dari Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) sudah selalu lebih dari target, namun Komisi B menekankan agar selalu terus dikembangkan.

“Karena itu sidak di tahun depan akan kita intensifkan dalam upaya meningkatkan PAD kita agar lebih tinggi lagi,” ucap Sulik.

Komisi C yang membidangi pembangunan, diwakili oleh Mulyanto. Dalam kesempatan itu ia mengatakan jika selama ini pihaknya terus intens melakukan pengawasan terhadap program pembangunan fisik yang digarap oleh Pemkot Malang.

“Masyarakat jangan ragu untuk melaporkan jika ada yang tidak sesuai dalam bidang pembangunan,” kata Mulyanto.

Komisi C DPRD Kota Malang selama tahun 2017 ini menangani banyak permasalahan dalam tupoksi yang diembannya. Berdasarkan catatan Komisi C pada tahun 2017 ini terdapat beberapa agenda meliputi pembangunan jalan lingkungan, gorong-gorong, saluran air dan sebagainya, dimana semua dikerjakan secara lancar.

“Namun, demikian menurut catatan Komisk C ada beberapa hal yang masih belum bisa diselesaikan seperti banjir yang terjadi di beberapa titik. Karena itu Komisi c berharap untuk kegiatan pada tahun mendatang sesuai dengan program yang sudah disepakati antara DPRD dan Pemerintah bisa mengurangi banjir,” ujar Ketua Komisi C, Bambang Sumarto.

Selain itu pada Dinas Perhubungan, dari pantauan Komisi C adalah penertiban parkir, penertiban marka jalan, marka zona aman sekolah dan sebagainya dimana semua kegiatan dilaksanakan dengan lancar. Akan tetapi, catatan Komisi C menunjukkan permasalahan kemacetan yang belum bisa terurai dengan baik.

“Komisi C pada tahun 2018 mendatang berharap Dishub menjalankan tugas sesuai dengan program yang sdh disepakati bersama sehingga kemacetan bisa terurai termasuk kajian bersama soal kemacetan,” tuturnya.

Pada Dinas perumahan dan Permukiman penataan jalan dan lingkungan sudah berjalan dengan lancar. Bahkan, penerangan jalan umum dan jalan lingkungan sudah dilakukan dengan konsep meterisasi yang bisa mengurangi beban biaya PLN.

Pantauan Komisi C pada Dinas Lingkungan Hidup pada tahun ini diketahui berjalan dengan lancar dan berharap lebih baik lagi di tahun 2018 mendatang.

“Pada Barenlitbang/Bappeda program kegiatanya di tahun 2017 adalah penelitian dan pengembangan. Dan pada tahun mendatang Komisi C berharap ada penelitian terhadap potensi sumber air, mengingat sumber air kita tergantung di wilayah Kabupaten Malang,” tukas Bambang Soemarto.

Bidang pendidikan, kesehatan dan sosial di bawah pantauan Komisi D juga memperlihatkan hal yang signifikan. Menurut Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Imam Fauzi, selama ini pihaknya terus mendorong Dinas Pendidikan agar kualitas dunia pendidikan meningkat.

Penambahan kendaraan sekolah dan Bosda tingkat SD sekitar Rp 42 miliar dan SMP sekitar 28 miliar merupakan bukti dimana wakil rakyat benar-benar memperjuangkan masalah pendidikan dengan sangat baik.

sumber : http://politikamalang.com/dprd-kota-malang-gelar-pemberian-santunan-dan-refleksi-akhir-tahun/

Hakim : Rakornas PDI Perjuangan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Hakim : Rakornas PDI Perjuangan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Ketua DPRD Kota Malang, Abd Hakim terus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari keterlibatan masyarakat sebagai pelaku. Pentingnya pemahaman masyarakat mengenai UMKM sebagai motor penggerak ekonomi kreatif.

Meningkatkan UMKM juga menjadi perhatian PDI Perjuangan. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan Rakornas partai berlambang kepala banteng itu dengan mengangkat tema “Berdikari untuk Indonesia Raya”. Dari tema tersebut mencerminkan konsistensi PDI Perjuangan mewujudkan bangsa yang mandiri.

“Kami akan selalu mendorong dan mengajak masyarakat mewujudkan kemandirian secara ekonomi,” ujar Abd Hakim. Ia menambahkan bahwa rakornas saat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat karena tidak hanya membicarakan politik dan kekuasaan. Namun ada hal penting lainnya yaitu membumikan ekonomi kreatif.

“Mungkin saat ini momen konsolidasi untuk menghadapi pilkada serentak tahun depan, tetapi kami di PDI Perjuangan dalam pertemuan besar ini tidak membicarakan itu. Kami ingin fokus mewujudkan tri sakti Bung Karno,” lanjut Sekretaris DPC Kota Malang itu.

Dalam rakornas tersebut terdapat beberapa daftar agenda workshop dengan berbagai tema. Hakim menjelaskan bahwa pelaksanaan rakornas kali ini terdapat beberapa agenda workshop yang harus dikuiti oleh setiap kader, salah satunya adalah workshop 3 membahas tentang Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK). “Workshop tentang IUMK ini diisi oleh menteri Koperasi dan UMKM, AAGN Puspayoga. Hal ini sangat penting untuk diketahui masyarakat karena ini berkaitan dengan keberlangsungan UMKM,” jelasnya.

Hakim memaparkan bahwa Perpres No.98 Tahun 2014, IUMK adalah legalitas masyarakat sebagai pelaku usaha dalam bentuk izin usaha mikro dan kecil. Manfaat dari izin itu dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam menggerakkan usahanya, pendampingan usaha, mempermudah akses pembiayaan ke lembaga keuangan baik bank maupun bukan bank, dan mendapat kemudahan dalam pemberdayaan oleh pemerintah daerah maupun pusat.

“Dengan memiliki IUMK para pelaku ekonomi paling tidak mendapat kemudahan ke lembaga keuangan dan memperluas jaringan usaha meraka,” tandasnya.

Hakim melanjutkan bahwa ada tiga prinsip pemberian IUMK. Pertama prosedur sederhana, mudah dan cepat. Kedua keterbukaan informasi bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Ketiga kepastian hukum dan kenyamanan dalam usaha.

“Karena itu penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat demi keberlangsungan UMKM yang sudah mulai tumbuh di Kota Malang,” terangnya

Abd Hakim yang baru saja menerima penghargaan dari smesco Indonesia bidang UMKM, berjanji akan mendorong Pemkot Malang agar bisa menggerakkan sektor ekonomi ini dengan baik dan intens sosialisasikan tentang IUMK ini.

PEDULI UMKM, ABD HAKIM SABET PENGHARGAAN LAGI

PEDULI UMKM, ABD HAKIM SABET PENGHARGAAN LAGI

Ketua DPRD Kota Malang Abd Hakim kembali menerima penghargaan atas kepeduliannya terhadap pertumbuhan  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pengargaan tersebut diraihnya dari Smesco Indonesia dalam acara “Malang Bussines Forum Festival” pada minggu (10/12) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM serta pemerintah Kota Malang.

Kepedulian Abd hakim terhadap UMKM selama menjadi wakil rakyat patut diapresiasi, ia terus mencurahkan kepeduliannya terhadap  keberadaan  UMKM, sehingga masyarakat saat ini dapat menikmatinya. “penghargaan ini merupakan satu bentuk kepedulian atas keberadaan sekaligus perhatian akan keberlangsungan UMKM di Kota Malang,” kata Abd Hakim.

Ia menjelaskan bahwa eksistensi UMKM sebagai sektor prekonomian hingga saat ini terus mengalami perkembangan. Kokohnya keberadaan UMKM ini teruji meskipun dihantam badai krisis ekonomi dan permasalahan lainnya. Oleh karenanya lanjut Hakim, UMKM sebagai salah satu pondasi prekonomian warga, harus terus diperkuat melalui payung hukum yang jelas baik pada tingkat Undang-Undanga maupun peraturan daerah.

“hal ini perlu dilakukan agar prekonomian di Indonesia, khususnya di Kota Malang semakin kokoh dan mewujudkan ekonomi Indonesia yang mandiri sebagai kekuatan bangsa,” ujarnya

Peduli Pertumbuhan UMKM, Abdul Hakim Raih Penghargaan dari smesco Indonesia

Peduli Pertumbuhan UMKM, Abdul Hakim Raih Penghargaan dari smesco Indonesia

PolitikaMalang – Upaya mewujudkan sektor ekonomi kerakyatan dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terus dilakukan berbagai pihak baik dari eksekutif dan legislatif.

Kepedulian akan tumbuhnya UMKM sebagai urat nadi perekonomian daerah, selama ini ditunjukkan oleh Ketua DPRD Kota Malang, Abdul Hakim selama menjadi wakil rakyat. Ia secara berkelanjutan mencurahkan perhatian dan kepedulian akan pentingnya pertumbuhan UMKM sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Hasil rapat kerja bersama antara legislatif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, membuahkan berbagai hasil positif di Kota Malang, seperti penguatan akses permodalan bagi pelaku UMKM, pelatihan dan jaringan pemasaran produk.

Atas upayanya itu, Abdul Hakim mendapat penghargaan dari smesco Indonesia atas dukungan terhadap Pemasaran Global Produk UKM Daerah di Smesco Indonesia pada Minggu (10/12) di Jakarta dalam Acara “Malang Bussines Forum Festival” yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM serta Pemerintah Kota Malang.

“Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pada keberadaan, sekaligus perhatian akan kelangsungan UMKM di Kota Malang,” kata Abdul Hakim.

Ia menjelaskan, UMKM sebagai sektor perekonomian hingga saat ini tetap eksis dan semakin berkembang. Bahkan, dalam perjalanannya UMKM sangat kokoh meski dihantam badai krisis ekonomi dan permasalahan lainnya. Oleh karenanya, lanjut Hakim, UMKM sebagai salah satu denyut nadi perekonomian warga, harus terus diperkuar melalui payung hukum baik peraturan perundangan maupun peraturan daerah.

“Hal ini perlu dilakukan agar perekonomian di Indonesia, khususnya di Kota Malang semakin kokoh dan mewujudkan ekonomi Indonesia yang mandiri sebagai kekuatan dan kebanggaan,” ujarnya.

Upaya DPRD Kota Malang di bawah komando Abdul Hakim dalam rangka mendorong sektor UMKM membuahkan hasil yang maksimal dalam kurun waktu empat tahun belakangan. Penguatan ekonomi kreatif, ditambah dengan pemanfaatan teknologi-informasi serta membangun sinergi dengan stake holder membuat unit usaha UMKM bergerak secara linier.

Hasilnya, kondisi itu berdampak pada menurunnya angka kemiskinan di Kota Malang dari 5,90 persen menjadi 4,60 persen dan diikuti dengan menurunnya angka pengangguran dari 43 persen menjadi 29,60 persen. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Kota Malang di Jawa Timur cukup melesat yakni 5,61 persen.

“Ini menunjukkan bahwa upaya DPRD dalam mendorong tumbuhnya sektor UMKM ditangkap dengan baik oleh eksekutif sehingga menghasilkan pertumbuhan yang baik di Kota Malang,” ujarnya.

Karena itu, Abdul Hakim berharap agar sektor UMKM terus tumbuh dengan berbagai karya inovatif sehingga mampu meningkatkan angkatan kerja. Selain itu untuk masalah akses permodalan harus dicarikan solusi bersama yang melibatkan berbagai stake holder sehingga linier dengan pertumbuhan UMKM.

“Pemberian bantuan dan bimbingan kepada UMKM dari segi pemasaran, fasilitasi hak cipta dan merk secara online dan gratis hingga packaging maupun solusi permodalan penting dan terus kita dorong,” tandasnya.

sumber : http://politikamalang.com/peduli-pertumbuhan-umkm-abdul-hakim-raih-penghargaan-dari-smesco-indonesia/

RESES III KETUA DPRD HADIRKAN JOKOWI

RESES III KETUA DPRD HADIRKAN JOKOWI

Ketua DPRD Kota Malang Abd Hakim dalam Reses III rabu (6/12) di Rumah Dinas Jl. Panji Suroso 7C mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi realisasi APBD. Abd Hakim menyampaikan bahwa kedepan setiap komisi sesuai dengan tupoksinya harus memaksimalkan fungsi pengawasan dengan intens sidak ketempat pembangunan. “supaya APBD dapat dirasakan masyarakat dan tepat waktu kami akan melakukan sidak langsung ketempat pembangunan secara berkala,” tegasnya

Selain itu Abd Hakim menyampaikan bahwa ia sangat terbuka bagi masyarakat yang ingin mengadu baik ke rumah dinas maupun ke kantor. “saya membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat kota malang datang langsung ke rumah ini (rumah dinas) maupun kantor untuk menyampaikan permasalahan yang dialami,” lanjutnya.

Reses kali ini berbeda dengan sebelumnya yakni Ketua DPRD seolah menghadirkan Presiden Jokowi. Seperti diketahui setiap kali Presiden Jokowi bertatap muka dengan masyarakat dalam acara resmi selalu menyempatkan diri untuk bertanya langsung kepada anak yang dibawa orang tuanya seputar ke-Indonesiaan. Hal ini pula dilakukan Abd Hakim dalam kesempatan ini. Sama seperti presiden Jokowi, ia menguji anak-anak yang disuruh maju untuk menghapal Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sampai dengan melafalkan surah pendek. “menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini sangat penting untuk  generasi bangsa,” ungkap Sekretaris PDI Perjuangan ini. Ia menambahkan “ini juga menandakan kalo PDI Perjuangan itu bukan komunis,” tambahnya sambil tersenyum.

Adapun penutup tahun ini (2017) Dewan akan mengadakan agenda khataman, mengundang anak yatim, dan evaluasi satu tahun pemerintahan di kantor DPRD Kota Malang pada akhir desember nanti, papar alumni SMA Negeri 7 Kota malang ini.