PILKADA merupakan sarana untuk melahirkan pemimpin (dalam hal ini kepala daerah) yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Diharapkan akan lahir peminpin  yang dapat memposisikan diri dan tidak bersifat instruktif kepada rakyat. Dari berbagai tipe-tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan Transformatif dengan permasalahan yang makin kompleks saat ini lebih relevan dan  dapat dikatakan  didambakan oleh masyarkat. Relevansi Tipe kemimpinan ini dapat pula ditinjau berdasarkan kondisi  dimana banyaknya para pemimpin yang berurusan dengan hukum.

Pemimpin yang transformatif lebih mementingkan revitalisasi bangsa dan daerahnya secara menyeluruh ketimbang memberikan instruksi-intruksi yang bersifat top down. Pemimpin yang transformatif lebih memposisikan diri mereka sebagai mentor yang bersedia menampung aspirasi masyarakat. Pemimpin yang transformatif lebih menekankan pada bagaimana merevitalisasi institusinya, baik dalam level organisasi maupun negara (daerah). Pemimpin yang trasformatif memiliki ciri-ciri berikut :

  1. Memiliki kharisma.
  2. Senantiasa menghadirkan stimulasi intelektual. Artinya, selalu membantu dan mendorong para pengikutnya (masyarakat) untuk mengenali ragam persoalan dan cara-cara untuk memecahkannya.
  3. Memiliki perhatian dan kepedulian terhadap masyarakatnya. Mereka memberikan dorongan, perhatian, dukungan kepada masyarakat untuk melakukan hal yang terbaik bagi dirinya sendiri dan daerahnya.
  4. Senantiasa memberikan motivasi yang memberikan inspirasi bagi masyarakat dengan cara melakukan komunikasi secara efektif dengan menggunakan simbol-simbol, tidak hanya menggunakan bahasa verbal.
  5. Berupaya meningkatkan kapasitas masyarakatnya agar bisa mandiri, tidak selamanya tergantung pada sang pemimpin.
  6. Lebih banyak memberikan contoh ketimbang banyak berbicara. Artinya, Ada sisi keteladanan yang dihadirkan kepada masyarakatnya dengan lebih banyak bekerja ketimbang banyak berpidato yang berapi-api tanpa disertai tindakan yang konkrit.

Pemimpin (kepala daerah) merupakan teladan atau cermin bagi setiap warganya. Oleh karena itu kepala daerah minimal memiliki tiga kecerdasan yaitu :

  1. Kecerdasan intelektual

Kecerdasan ini adalah mutlak dimiliki oleh setiap kepala daerah sehingga dapat menjalankan roda pemerintahannya dengan baik dan dengan sendirinya akan berdaulat secara politik yaitu kepala daerah yang tidak dapat diintervensi oleh siapapun dalam menentukan kebijakan yang baik untuk daerahnya karena kapasitas intelektual yang cukup. Kecerdasan ini minimal memahami bidang pemerintahan seperti administrasi, hukum atau lainnya.

  1. Kecerdasan spritual

Di Indonesia dapat dipastikan bahwa setiap orang mimiliki keyakinan atas Zat yang lebih tinggi darinya. Hal ini merupakan fitrah manusia sebagai makhluk yang berketuhanan. Menyadari kelemahan sebagai manusia dan bergantung kepada Pemilik “kerjaan” yang sesungguhnya merupakan sikap tunduk dan patuh terhadap Yang Maha Kuasa sehingga terhindar dari berbagai ujian dan godaan yang menjerumuskan.

  1. Kecerdasan emosial

Pemimpin yang memiliki kecerdasan ini mampu menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain. Dalam hal ini emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan. Orang yang ber IQ tinggi tetapi karena emosinya tidak stabil dan mudah marah sering kali keliru atau salah dalam menentukan dan memecahkan persoalan karena tidak dapat berkonsentrasi. Emosi yang sering tidak terkuasai dalam menghadapi persoalan dan bersikap terhadap orang lain sehingga banyak menimbulkan konflik. Sehingga kecerdasan emosi merupakan kapasitas manusiawi yang dimiliki oleh seorang dan sangat berguna untuk menghadapi, memperkuat diri, atau mengubah kondisi kehidupan yang tidak menyenangkan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi.

  1. Keberanian dalam mengambil suatu keputusan

Selain tiga kecerdasan tersebut, pemimpin atau kepala daerah juga harus mimiliki keberanian dalam mengambil sikap (kebijakan) yang berpihak terhadap publik tentu dengan tidak mengesampingkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kota Malang saat ini membutuhkan pemimpin yang berani dalam banyak hal dengan dasar tiga kecerdasan diatas (intelektual, spiritual, emosional) tentu untuk dan atas nama masyarakat. Karena ketakutan akan menghambat segala lini pembangunan. Maka takutlah terhadap rasa takutmu, karena rasa takutmu menghilangkan kecerdasan mu kata munir. Pelaksanaan PILKADA kali ini diharapkan melahirkan pemimpin sipil yang militer dan militer yang sipil.

SEMOGA BERMANFAAT !!