Yasser Arafat adalah pahlawan bagi bangsa Palestina. Ia tidak gentar dengan persenjataan tentara penindas Israel. Mungkin karena telah terbiasa melihat kekejaman tentara zionis tersebut dalam melakukan aksinya terhadap bangsa Palestina. Yasser Arafat tumbuh dewasa ditengah konflik Palestina-Israel. Sejak kecil ia menunjukan ketidaksukaan kepada kaum penindas dan menyadari terdapat ketidakberesan di lingkungannya. Setelah melewati masa anak-anak, Yasser Arafat mulai menginginkan kemerdekaan bangsa Palestina dengan visi Palestina merdeka. Visi ini terus ia kobarkan dari tahun ke tahun sampai dengan membentuk organisasi mahasiswa bernama union of palestinian student yang bertujuan memperjuangkan kemerdekaan Negara Palestina.

Namanya mulai mendunia bersamaan dengan gerakan palestina merdeka (people organisation/PLO) setelah mendapatkan dukungan. Perjuangannya dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina sampai angkat senjata secara langsung di bawah panji al-fatah yang ia dirikan. Dibawah panji Al-Fatah Yasser Arafat semakin disegani Israel, sehingga mampu memukul mundur pasukan Israel.

Jiwa nasionalis Yasser Arafat semakin terlihat dari upayanya mewujudkan kemerdekaan bangsa Palestina. Seiring berjalannya waktu sang pejuang Yasser Arafat tidak lagi menggunakan cara-cara kekerasan dalam perjuangannya mewujudkan kemerdekaan bangsa Palestina. Meskipun begitu, tetap jiwa perjuangannya tidak luntur sebelum palestina mersakan kemerdekaan sesungguhnya. Terbukti, ia lakukan melalui jalur perdamaian atau diplomasi dengan negara terkait. Hal ini dapat dilihat dari penghargaan hadiah nobel diterimanya pada tahun 1994. Namun perjuangan sang pahlawan Yasser Arafat akhirnya berakhir pada tahun 2004, ia wafat karena sakit.

Perjuangan sang pahlawan Yasser Arafat saat ini dilanjutkan dunia dalam menjaga palestina khususnya yerusalem atas klaim israel sebagai ibu kotanya melalui Amerika Serikat. Kecaman terhadap negara yahudi dan AS datang dari berbagai negara khususnya negara yang tergabung dalam Orginasi Kerjasama Islam (OKI). Kesolidan negara OKI dalam menentang AS dengan tidak mengakui yerusalem sebagai ibu kota israel, tetapi sebaliknya bahwa yerusalem adalah ibu kota Palestina. Indonesia salah satu anggota OKI pun menentang keras sikap AS atas yerusalem. Hal ini patut diapresiasi karena Indonesia melalui presiden Jokowidodo menjadi garda terdepan memperjuangkan Palestina. Ketegasan Indonesia terhadap AS merupakan percikan semangat perjuangan Yasser Arafat.

Oleh karenanya, Yasser Arafat tidak akan “mati” tetapi berlipat ganda selama kemerdekaan Palestina belum diserahkan kepada bangsa Palestina !

ALLAHUAKBAR…….

MERDEKA !!!